Cerita Kancil Menolong Kerbau

dunia-sd.blogs - Setelah pada cerita si kancil sebelumnya tentang perlombaan lari antara si kancil dan siput, kini kancil sadar dan tak lagi menyombongkan dirinya. Si kancil kini kembali menjadi kancil yang periang, cerdik, dan juga baik hati. Pada suatu hari yang panas, si kancil menyusuri hutan untuk jalan-jalan. Karena merasa haus, si kancil berjalan menuju sungai untu minum.

Setelah sampai di tepi sungai, si kancilpun minum dengan nikmatnya. Dia meminum sebanyak-banyaknya untuk menghilangkan rasa hausnya. Setelah dia merasa puas, si kancilpun kemudian berteduh di bawah sebuah pohon pisang yang cukup rindang. Suasana yang sejuk dan angin sepoi-sepoi yang berhembus, membuat mata si kancil menjadi terasa berat dan mengantuk.

Namun ketika si kancil dalam perjalanan menuju alam mimpi, dia mendengar suara rintihan dan minta tolong. Si kancilpun segera bangun dan mencari arah suara itu berasal. Betapa kagetnya si kancil, ketika dia melihat dari balik semak-semak. Dia melihat sang kerbau yang tengah mengerang kesakitan karena kakinya di gigit oleh seekor buaya. Si kancilpun mendekat untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi.

“Hai pak kerbau.. apa kabarmu hari ini? Kau dan pak buaya sedang main apa? Bolehkah aku ikut?”. Kata si kancil berlagak bodoh.
“Aduh kancil.. kabar ku hari ini sangat sial..”. kata pak kerbau.
“Tapi kabar ku hari ini sangat baik dan sangat beruntung..hahaha”. kata buaya menyahut.
“Lho.. kok bisa begitu? Memangnya kalian ini kenapa? Ada apa sebenarnya?”. Tanya si kancil.

“Begini cil..”. kata pak kerbau. “Tadi.. waktu aku sedang minum, aku mendengar ada suara meminta tolong. Setelah aku cari, ternyata aku melihat buaya ini sedang mengerang kesakitan karena tertimpa oleh pohon. Dia memelas dan meminta tolong pada ku, agar aku mau menolongnya”. Kata pak kerbau.
“Lha terus masalahnya bagaimana kok bisa jadi begini?”. Tanya si kancil lagi.
“Nah.. biar aku yang lanjutkan cil..”. kata buaya. “Tadi dia memang menolong ku. Melepaskan aku dari tindihan pohon besar yang menimpa tubuh ku sehingga aku tak bisa bergerak. Tapi tadi aku juga sudah bertanya padanya, apakah diamau menolong ku dengan tulus? Lalu dia jawab, iya. Nah, janji adalah hutang bukan?”. Tanya si buaya.

“Iya.. memang benar demikian, lalu..?” Tanya si kancil lagi.
“Aku terjebak di bawah pohon sudah tiga hari lamanya. Kehujanan, kepanasan, dan juga kelaparan. Waktu pak kerbau menolong ku, aku sangat lapar cil. Jadi ku tagih juga janjinya yang katanya mau  menolongku dengan tulus, agar dia juga bersedia ku santap untuk menolong ku menghilangkan rasa lapar ku. Jadi, aku tak salah kan cil? Hahaha..”. kata si buaya.
“Apakah benar demikian pak kerbau cerita yang sebenarnya?”. Tanya si kancil memastikan.
“Memang benar cil. Tapi aku hanya bermaksut menolongnya dari tindihan pohon tadi agar dia bisa bebas. Tak ku sangka ternyata dia juga mau memakan aku untuk menolong menghilangkan rasa laparnya. Nasib ku memang benar-benar malang cil..”. kata pak kerbau pasrah dengan sedihnya.

“Tunggu-tunggu.. kalau memang benar begitu ceritanya, berarti pak buaya benar dan pak kerbau yang bersalah. Jadi pak kerbau memang harus bersedia di makan oleh pak buaya..”. mendengar perkataan si kancil ini, buaya menjadi sangat senang dan si kerbau menjadi sangat bersedih. Dia hanya bisa merintih dalam kepasrahanya.
“Tapi untuk lebih jelasnya, bagaimana kalau kita lakukan reka ulang adegan yang sebenarnya…?”. Kata si kancil lagi.
“Reka ulang adegan? Maksudnya apa cil?”. Tanya pak buaya.
“Maksudnya, kita akan melakukan sandiwara tentang kejadian sebelum hal ini terjadi. Agar semua dapat kita simpulkan dengan jelas siapa yang benar dan siapa yang salah”. Kata si kancil.

“Buat apa cil? Kan tadi sudah kau bilang bahwa aku yang benar.”. kata buaya sedikit protes.
“Memang pak buaya.. tapi masalahnya, pak kerbau merasa belum jelas dan dia merasa dirinya juga benar. Nah, agar dia juga sama-sama mengerti bahwa dia yang salah, maka kita harus melakukan reka adegan ini. Tentunya pak buaya yang sangat cerdas tak mau jika di bilang memakan kerbau yang tak bersalah bukan?”. Tanya si kancil.
Mendengar dirinya di puji, si buaya menjadi besar kepala.. “Wah.. tentu saja tidak cil. Kau memang benar. Buaya cerdas seperti ku tak mungkin mau jika di sebut penipu. Hahaha.. baiklah, mari kita lakukan reka ulang adeganya, aku yakin bahwa walau di ulang berapa kalipun.. tetap aku yang benar”. Kata buaya dengan yakinya.

Ahirnya, buaya melepas gigitanya dari kaki pak kerbau. Dan merekapun melakukan reka adegan. Si buaya kembali ke tempat asal dia tertimpa batang pohon. Dan pak kerbau kembali mendorong pohon menimpa pak buaya dengan ke dua tanduknya. Setelah di rasa si buaya tak sanggup lagi bergerak dan benar-benar terjebak, si kancil mengajak pak kerbau segera lari meninggalkan tempat itu.
“Rasakan itu buaya jahat..!! ahirnya kamu berhasil juga aku tipu. Kamu memang tak tahu terimakasih. Sudah di tolong malah tak mau membalas budi. Sekarang rasakan sendiri akibat dari perbuatan jahat mu. Kau akan terjebak di situ tanpa ada stupun hewan yang mau menolong mu. Hahaha..”. kata si kancil sambil berlari meninggalkan tempat itu. Sementara si buaya yang merasa di tipu oleh si kancil, sangat sakit hati dan menyimpan dendam. “Suatu hari nanti, aku pasti akan membalas mu kancil..!!”. teriak buaya. Dan mulai saat itulah di mulai perseteruan antara buaya dan kancil. Pada cerita dan kisah yang lain..

Selesai ....
Selengkapnya...

Cerita Kancil Melawan Siput

dunia-sd.blogsUntuk mengawali postingan cerita, kali ini blog dunia-sd akan mempersembahkan cerita petualangan si kancil. Mari kita simak bersama-sama cerita kancil ini. 

Di ceritakan setelah si kancil mengalahkan si kuda kundalini pada lomba lari, namanya semakin melegenda. Tiap binatang mulai membicarakan tentang kehebatan si kancil. Ternyata, binatang kecil ini memiliki keberanian dan kemampuan yang tak bisa di anggap remeh. 

Seperti sebuah pribahasa.. Semakin tinggi sebuah pohon, maka semakin kencang angin yang akan menerpanya. Ibarat hidup, semakin sukses seseorang, maka ujian yang di hadapi juga akan semakin berat. Terkadang ujian yang datang bukan berasal dari orang lain, melainkan dari diri sendiri. Begitupun si kancil.. 

Ternyata, ketenaran dan nama besar yang di sandangnya, menumbuhkan rasa sombong yang tak di sadarinya. Karena telah menang lomba lari mengalahkan kuda kundalini, si kancil merasa menjadi hewan tercepat di seluruh dunia. Dia mengumumkan dan menceritakan kehebatanya waktu mengalahkan si kuda ke semua hewan, tentu saja dengan lagak sedikit menyombongkan diri. 

Ternyata hal tersebut di ketahui oleh sahabat lamanya, yaitu si siput. Si siput merasa memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan si kancil agar tak lupa diri. Hal tersebut sebagai wujud balas budi karena dulu si kancil pernah menolongnya dari elang yang mau memangsanya. 

Ahirnya, pergilah si siput menemui sahabat lamanya. Yaitu si kancil. 
"Hai kancil sahabat ku, ku tahu kini nama mu mulai terkenal di seluruh hutan. Bukan hanya di kawasan Alas purwa, tapi juga di luar wilayah Alas purwa ini". Kata siput membuka pembicaraan. 
"Oh tentu saja siput teman ku, itu semua karena mereka mengakui kehebatan ku. Hahaha.. ". Kata kancil dengan sombongnya. 

Si siput menghela nafas panjang mendengar jawaban itu. Ternyata kancil yang sekarang telah jauh berbeda dengan kancil yang pernah menolongnya dahulu. Dulu si kancil sangat baik, rendah hati, dan tak pernah memiliki sifat sombong. Tapi ternyata ketenaran akan namanya telah merubahnya hingga sejauh ini. Siput merasa perihatin melihatnya. 

"Tapi kancil sahabat ku, janganlah semua ketenaran itu membuat mu lupa diri. Karena kehebatan bukanlah segalanya, itu hanya ujian agar kau mampu mengendalikan hawa nafsumu". Kata siput dengan bijak. 
"Apa maksud mu? Apakah menurut mu aku sombong? Aku hanya berkata sesuai fakta. Pada kenyataanya aku memang sehebat yang mereka katakan". Jawab kancil dengan nada ketus. 
"Apakah benar begitu? Ingat kawan, di atas langit masih ada langit. Dan sehebat apapun diri mu, pasti masih ada yang lebih hebat dari mu. Bahkan mungkin juga aku bisa saja mengalahkan mu". Kata siput. 

"Hahaha.. Binatang kecil seperti mu mau mengalahkan ku? Bahkan jika dulu aku tak menolong mu, kau sudah di mangsa oleh elang". Kata kancil mengejek. 

Si siput hanya menerima ejekan kancil dengan sabar. Karena dia berniat menyadarkan si kancil dari ke khilafanya. 
"Tapi mungkin saja kau memang bisa ku kalahkan. Tak ada yang tahu kan kalau belum di coba?". Ungkap siput. 
"Jadi kau berniat menantang aku?". Tanya si kancil sedikit terpancing emosi. 

"Jika cara menyadarkan mu hanya dengan jalan mengalahkan mu, maka aku katakan.. iya, aku menantang mu". Kata siput dengan lantang. 

"Wah.. Wah.. Wah.. Ternyata ada pecundang yang mencoba berlagak pahlawan. Baik kalau itu kemauan mu. Lalu, lomba macam apa yang kau inginkan?". Tanya si kancil dengan penuh percaya diri. 
"Kita akan lomba lari sebagaimana ketika kau lomba lari dengan kuda kundalini. Tapi karena aku sulit berjalan di darat, aku akan lewat jalur sungai. Dan "siapa yang ada di muara" terlebih dulu, dialah pemenangnya". Kata siput. 
"Hahaha.. Binatang lamban seperti mu menantang ku lomba lari? Baiklah jika itu kemauan mu, akan ku turuti". Jawab kancil. 

Ahirnya, kancil dan siput lomba lari. Si kancil melalui jalan darat, sedangkan siput yang bijak itu melewati sungai. Dengan percaya diri si kancil berlari dengan sekuat tenaga, hingga di merasa lelah dan berheti di bawah pohon di tepi sungai. 

"Siput yang lamban dan bodoh itu pasti tertinggal jauh. Tak ada ruginya aku istirahat sebentar di sini. Lagi pula, siput itu tak mungkin mampu mengejar ku. Pasti dia sudah menyerah karena kelelahan. Hahaha..". Kata si kancil dengan angkuhnya. 

Tapi ketika si kancil baru saja mau beristirahat, tiba-tiba si siput memanggilnya dan berteriak dari kejauhan. Ternyata si siput telah berada jauh di depan kancil. 
"Hai kancil, sedang apa kau di situ? Ayo cepat kejar aku". Teriak siput. 

Si kancilpun terkejut dan kembali berlari sekuat tenaga untuk mengejar siput yang sudah ada di depanya. Dia takut siput akan mengalahkanya, pasti itu akan menjadi hal yang memalukan. Hingga si kancil kelelahan dan ingin beristirahat, hal tersebut terus berulang. Siput selalu saja sudah berada jauh di depanya. 

Dan ahirnya, dengan tubuh lemah karena kelelahan si kancil tiba di muara. Tapi si siput ternyata sudah ada di sana. Dan ahirnya si kancil mengaku kalah, dan berjanji akan memperbaiki semua sikapnya. Kini dia mulai sadar, bahwa sikap sombongnya selama ini adalah salah. Dan si kancil pergi meninggalkan si siput dengan banyak pertanyaan yang tak mampu dia jawab. Rasa malunya telah menahan dirinya untuk bertanya lebih jauh. 

Lalu, bagaimana siput yang lamban itu mampu mengalahkan si kancil? Ternya, si siput menggunakan trik husus. Dia menyuruh teman-temanya berjajar di sepanjang sungai. Dan ketika ada si kancil, maka siput yang terdekat denganya akan menampakan diri pada si kancil. Karena bentuk mereka sama, maka si kancil tak sadar akan hal itu. Sehingga si kancil mengiri siput yang di lihatnya adalah siput yang sama di awal lomba. Padahal itu adalah siput lain yang memiliki bentuk yang sama persis. 

Jadi, apakah siput berbohong? Jawabanya TIDAK. Karena jika di baca dengan teliti, siput berkata "siapa yang ada di muara lebih dulu". Dan bukan berkata "siapa yang sampai muara lebih dulu". Dan penggunaan ke dua kata ini tentu memiliki arti yang berbeda. Dan ternyata yang "ADA" di muara lebih dulu adalah siput. Tapi karena kesombongan dan emosinya, si kancil tak memperhatikan hal ini. 

Nah sobat dongeng terbaru semua, hikmah yang dapat kita petik adalah.. Jangan bersikap sombong dan mudah emosi, karena itu akan membuat mu tidak berfikir jernih. Dan dari kisah ini kita juga dapat melihat bahwa, kekuatan itu bisa kalah oleh akal. 

Sekian dulu kisah petualangan si kancil yang mampu dongeng terbaru persembahkan kali ini. Semoga kita dapat mengambil teladan positif dari kisah ini. Jangan lupa buat berkunjung lagi ya, dan nantikan dongeng-dongeng menarik lainya. Sampai jumpa.. ^_^ 

TAMAT 
Selengkapnya...

18 Nilai Pendidikan Karakter oleh Departemen Pendidikan

dunia-sd.blogs - 18 nilai dalam pendidikan karakter oleh Departemen Pendidikan adalah:

1. Religius/ Keagamaan
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama mereka, pelaksanaan toleran terhadap praktek agama-agama lain, dan hidup harmonis dengan agama lain.

2. Jujur
Perilaku didasarkan pada upaya untuk membuat dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam kata, tindakan, dan pekerjaan.

3. Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, ras, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari diri mereka sendiri.

4. Disiplin
Tindakan menunjukkan perilaku tertib dan mematuhi berbagai aturan dan peraturan.

5. Kerja Keras
Tindakan menunjukkan perilaku tertib dan mematuhi berbagai aturan dan peraturan.

6. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara-cara baru atau hasil dari sesuatu yang telah dimiliki.

7. Independen
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain untuk menyelesaikan tugas.

8. Demokratis
Cara berpikir, bersikap, dan bertindak hak yang sama dan kewajiban menilai dirinya dan orang lain.

9. Keingintahuan
Sikap dan tindakan yang berusaha untuk menentukan kedalaman dan penyebaran sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan didengar.

10. Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan suara yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

11. Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bertindak, dan suara yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok.

12. Prestasi Menghargai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.

13. Ramah / Komunikatif
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.

14. Cinta Damai
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui dan menghormati keberhasilan orang lain.

15. Gemar Membaca
Kebiasaan mengambil waktu untuk membaca berbagai literatur yang memberikan kebajikan bagi dirinya.

16. Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang berusaha untuk mencegah kerusakan lingkungan alam sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan lingkungan yang telah terjadi.

17. Perawatan Sosial
Sikap dan tindakan selalu ingin membantu orang dan masyarakat lain yang membutuhkan.

18. Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku orang-orang untuk melaksanakan tugas-tugasnya, ia harus lakukan, untuk diri kita sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Sumber: Bahan Pelatihan Penguatan Metodologi Pembelajaran Berdasarkan Nilai Budaya untuk Membentuk Daya Saing dan Karakter Bangsa, oleh Pusat Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional, 2010
Selengkapnya...
 

Tentang Saya

Anggi Faisal, S.Pd., Seorang guru SD yang ditugaskan di sebelah utara lereng gunung muria tepatnya SDN Gulangpongge 01 kecamatan Gunungwungkal Kabupaten Pati. Belum memiliki prestasi yang membanggakan, tapi selalu bermimpi untuk meraih kesuksesan yang berbeda dari yang lainnya. Apakah itu? pantau terus di sini.)

Free CSS Template by CSSHeaven.org TNB

Welcome In Blogger dp-media

Contoh Sliding Login Dengan JQuery

Disamping ini adalah contoh Sliding Login menggunakan JQuery. Login Form Disamping hanya Contoh dan tidak dapat digunakan layaknya Login Form FB, Karena Blog ini terbuka untuk umum tanpa perlu mendaftar menjadi Member

Tutorial Blog

Untuk membuatnya Silahkan : Klik Disini

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!