Rabu, 01 Juni 2011

PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK

Diposkan oleh Faisal Midfilder di Rabu, Juni 01, 2011 ,
Model Pembelajaran

Tipe Realistic Mathematics Education (RME)

Pengertian

Pembelajaran dengan model Realistic Mathematics Education (RME) merupakan model pembelajaran yang dilakukan melalui penjelajahan berbagai situasi dan persoalan-persoalan realistik. Model ini bertitik tolak dari hal-hal yang real (nyata) bagi peserta didik, menekankan keterampilan "process of doing mathematics", berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi, akhirnya menggunakan Matematika untuk menyelesaikan masalah baik secara individu maupun kelompok. Jadi model pembelajaran Realistic Mathematic Education adalah model pembelajaran yang dilaksanakan melalui proses belajar mandiri.


Realistic Mathematics Education (RME) pertama kali dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal. RME dikembangkan karena adanya pendapat bahwa mathematics as human activity artinya setiap peserta didik diberi kesempatan untuk belajar melakukan aktivitas matematisasi pada semua topic dalam matematika dan mathematics must be connected to reality artinya matematika harus lebih dekat terhadap peserta didik dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
Prinsip-prinsip utama dalam pembelajaran yang berbasis RME adalah sebaga berikut.

a. Penemuan terbimbing dan matematisasi progresif (guinded reinvention and progressive mathematization) artinya melalui topic-topik yang disajikan peserta didik diberi kesempatan untuk mengalami sndiri yang sama sebagaimana konsep matematika ditemukan.

b. Fenomenologi didaktis (didactical phenomenology) maksudnya topic-topik matematika atas dua pekelompokbangan yaitu aplikasinya serta kontribusinya untuk pengembangan konsep matematika selanjutnya.

c. Self-developed models merupakan jembatan bagi peserta didik dari situasi riil ke situasi konkrit atau dari matematika informal ke matematika formal, artinya siswa membuat sendiri penyelesaian dalam memecahkan suatu permasalahan.




Menurut Zainurie (dalam http:// zainurie.wordpress.com /2007 /04 /13 / pembelajaran-Matematika-relistik-rme/) Secara umum, RME terdiri dari lima karakteristik yaitu sebagai berikut.

a. Implementasi real konteks sebagai titik tolak belajar matematika
Dalam RME, pembelajaran diawali dengan menggunakan masalah kontekstual sehingga memungkinkan peserta didik menggunakan pengalaman sebelumnya secara langsung. Masalah kontekstual yang diangkat sebagai topic awal pembelajaran harus merupakan masalah sederhana yang dikenali peserta didik. Melalui abstraksi dan formalisasi peserta didik akan mengembangkan konsep yang lebih komplit. Kemudian, peserta didik dapat mengaplikasikan konsep-konsep matematika ke bidang baru dari dunia nyata.

b. Implementasi model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan cara formal atau rumus
Model yang dimaksudkan dalam hal ini adalah model yang berkaitan dengan model situasi dan model matematik yang dikembangkan oleh peserta didik sendiri (self developed models). Peran self developed models adalah jembatan bagi peserta didik dari situasi real ke situasi abstrak atau dari Matematika informal ke Matematika formal. Artinya peserta didik membuat model sendiri dalam menyelesaikan masalah.

c. Menggunakan produksi dan konstruksi
Kontribusi yang besar pada proses belajar mengajar diharapkan datang dari peserta didik dan produksi peserta didik sendiri yang mengarahkan peserta didik dari metode informal menuju ke arah yang lebih formal.

d. Mengaitkan antar topik dalam matematika
Struktur dan konsep matematika saling berkaitan. Dalam RME penintegrasian unit-unit matematika adalah hal yang esensial. Oleh karena itu, keterkaitan antar topic harus dieksplorasi untuk mendukung terjadinya proses belajar mengajar yang bermakna.

e. Implementasi metode interaktif dalam belajar Matematika
Interaksi antara peserta didik dan guru merupakan hal yang mendasar dalam RME. Guru harus memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengkomunikasikan ide-ide mereka melalui proses belajar yang interaktif seperti presentasi individu, kerja kelompok, diskusi kelas, negoisasi, penjelasan, pembenaran, setuju, tidak setuju, pertanyaan atau refleksi yang digunakan untuk mencapai bentuk formal dari bentuk informal peserta didik.

 
Langkah-langkah Pelaksanaan RME
Implementasi RME di dalam kelas adalah meliputi tiga fase yaitu :

a. Fase pengenalan
Guru mengenalkan masalah realistic dalam matematika pada seluruh peserta didik serta membantu untuk memberi pemahaman (setting) masalah. Pada fase ini sebaiknya ditinjau ulang semua konsep-konsep yang berlaku sebelumnya dan diusahakan untuk mengaitkan masalah yang dikaji saat itu ke pengalaman anak sebelumnya.

b. Fase eksplorasi
Peserta didik dianjurkan bekerja secara individual, berpasangan atau kelompok kecil. Pada saat peserta didik sedang bekerja, mereka mencoba membuat model situasi masalah, berbagai pengalaman atau ide, mendiskusikan pola yang dibentuk saat itu, serta berupaya membuat dugaan. Selanjutnya dikembangkan strategi-strategi pemecahan masalah yang mungkin dilakukan berdasarkan pengetahuan informal atau formal yang dimiliki pesera didik.

c. Fase meringkas
Guru dapat mengawali pekerjaan lanjutan setelah peserta didik menunjukkan kemajuan dalam pemecahan masalah. Sebelumnya mendiskusikan pemecahan-pemecahan dengan berbagai strategi yang mereka lakukan. Dalam hal ini, guru membantu peserta didik meningkatkan kinerja matematika secara lebih efisien dan efektif. Peranan peserta didik pada fase ini penting seperti mengajukan dugaan, pertanyaan kepada yang lain, bernegoisasi, alternatif-alternatif pemecahan masalah, memberikan alasan, memperbaiki strategi dan dugaan mereka, dan membuat keterkaitan. Sebagai hasil dari diskusi, peserta didik diharapkan menemukan konsep-konsep awal atau pengetahuan matematika formal sesuai dengan tujuan materi.



Sedangkan langkah-langkah pembelajaran RME adalah sebagai berikut.

a. Memahami masalah kontekstual
Guru memberikan masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari dan meminta peserta didik untuk memahami masalah tersebut. Langkah ini mengacu pada karakteristik pertama RME, yaitu menggunakan masalah kontekstual sebagai starting point dalam pembelajaran.

b. Menjelaskan masalah kontekstual
Guru memberi penjelasan seperlunya terhadap bagian-bagian dari masalah (soal), yang belum dipahami peserta didik. Langkah ini mengacu pada karakteristik ke empat, yaitu adanya interaksi antara peserta didik dengan guru sebagai pembimbing.

c. Menyelesaikan masalah kontekstual
Peserta didik secara individu menyelesaikan masalah kontekstual dengan cara mereka sendiri. Cara pemecahan dan jawaban berbeda lebih diutamakan. Prinsip RME yang muncul dalam langkah ini adalah prinsip ketiga yaitu self developed models, sedangkan karakteristik dari RME yang muncul pada langkah ini adalah karakteristik kedua yaitu menggunakan model.

d. Membandingkan dan mendiskusikan jawaban
Guru menyediakan waktu dan kesempatan kepada peserta didik untuk membandingkan atau mendiskusikan jawaban soal secara berkelompok dan selanjutnya memeriksa atau memperbaiki dengan mendiskusikan di dalam kelas. Langkah ini akan melatih peserta didik untuk mengeluarkan ide dan berinteraksi antar peserta didik dan peserta didik dengan guru sebagai pembimbing. Karakteristik dari pendidikan matematika realistic yang muncul pada langkah ini adalah karakteristik ketiga dan keempat, yaitu menggunakan kontribusi peserta didik dan interaksi antara peserta didik yang satu dengan yang lain.

e. Menyimpulkan
Dari hasil diskusi, guru mengarahkan peserta didik untuk menarik kesimpulan suatu konsep atau prosedur. Karakteristik dar RME yang muncul pada langkah ini adalah karakteristik keempat, yaitu adanya interaksi antara peserta didik dengan guru sebagai pembimbing.

Menurut Dantes dan Suharta (dalam http://www.balipost.co.id/ balipostcetak/2005/4/1/pen4.htm) guru dan peserta didik dalam pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

a. Untuk guru
1) Membuat masalah yang realistis.
2) Menyiapkan sumber belajar atau alat peraga yang dapat merangsang anak berpikir dan tidak sekadar menghafal.
3) Menguasai bahan peserta didik. Artinya guru harus ahli di bidangnya.
4) Menguasai atau memahami psikologi dalam mendidik anak-anak.
5) Menguasai metode pengajaran yang inovatif.
6) Menguasai masalah-masalah yang berkaitan dengan pengembangan pribadi dan keprofesian.

b. Untuk peserta didik
1) Banyak latihan.
2) Jangan cepat menyerah.
3) Belajar untuk tidak menghafal, tetapi harus memahami masalah.
4) Setiap langkah munculkan pertanyaan "mengapa", lalu temukan jawabannya.



Manfaat RME
Model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) memiliki beberapa manfaat (www.balipost.co.id), antara lain sebagai berikut.
  • Peserta didik lebih berani dalam memberi tanggapan.
  • Peserta didik dapat menghargai pendapat orang lain.
  • Penalaran peserta didik menjadi lebih baik.
  • Komunikasi Matematika jadi terbangun secara baik.
  • Peserta didik menjadi mengerti tentang Matematika tanpa harus menghafal.
  • Peserta didik belajar secara enjoy, tidak takut salah.

Kelebihan RME
Sebagai salah satu model pembelajaran, RME mempunyai kelebihan seperti halnya model pembelajaran yang lain yatu :
  1. Memberikan pengertian yang jelas dan operasional kepada peserta didik tentang keterkaitan antara matematika dengan kehidupan sehari-hari.
  2. Memberikan pengertian yang jelas dan operasional kepada peserta didik bahwa matematika adalah suatu bidang kajian yang dapat dikonstruksi dan dapat dikembangkan sendiri oleh peserta didik.
  3. Memberikan pengertian yang jelas dan operasional kepada peserta didik bahwa cara penyelesaian suatu soal atau masalah tidak harus tunggal dan tidak harus sama antara orang yang satu dengan orang yang lain, dan selanjutnya dengan membandingkan cara yang satu dengan cara yang lain akan diproleh cara penyelesaian yang paling tepat, sesuai dengan tujuan dari proses penyelesaian soal atau masalah tersebut.
  4. Memberikan pengertian yang jelas dan operasional kepada peserta didik bahwa dalam mempelajari matematika, proses pembelajaran merupakan suatu yang utama dan untuk mempelajari matematika, orang harus menjalani sendiri proses itu, dan berusaha untuk menemukan sendiri konsep-konsep atau materi-materi dengan bantuan pihak lain yang lebih tahu (misalnya guru).Memadukan kelebihan-kelebihan dari berbagai pendekatan pembelajaran yang lain yang dianggap unggul antara kain pendekatan pemecahan masalah, pendekatan kontrukstivisme, dan pendekatan yang berbasis lingkungan.
  5. Bersifat langka, menyeluruh (mendetail), dan operasional.

Back Top

0 komentar:

Poskan Komentar

Kami menerima kritik dan saran yang membangun.... Silahkan berikan komentar untuk kemajuan blog ini.... terima kasih....